35727-ilustrasi-vaksin-covid-19-unsplashatdimitrihou

Belajar: Vaksin Pfizer 100 Obat jerih Efektif Lindungi Remaja sebab Virus Corona

Suara. com – Suatu penelitian baru menemukan bahwa vaksin Covid-19 Pfizer 100 persen efektif mencegah virus corona pada anak-anak muda usia 12 hingga 15 tahun.

Perusahaan yang mewujudkan vaksin Pfizer mengatakan bahwa studi terhadap 2. 260 relawan di Amerika Konsorsium yang disuntik vaksin buatannya secara penuh tidak tertular virus corona Covid-19.

Sebagai perbandingan, mereka juga mengungkapkan ada 18 kasus virus corona setelah orang-orang hanya menerima satu kali suntikan vaksin Pfizer dan justru diberi suntikan vaksin tiruan.

Meskipun ini penelitian skala kecil & belum dipublikasikan dalam jurnal, tapi temuan ini kecil membuktikan efektivitas suntikan sempurna vaksin Pfizer untuk mencegah virus corona Covid-19.

Baca Selalu: Studi PHE Klaim Varian Baru Virus Corona Inggris Tidak Mematikan

Karena, vaksin Pfizer menjadi salah satu vaksin Covid-19 yang digunakan dalam Inggris, selain vaksin AstraZeneca dan vaksin Moderna. Sebanyak 30 juta orang dewasa di Inggris pun telah suntik vaksin AstraZeneca & Pfizer.

Sketsa vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)

Tapi dilansir dari The Sun , suntikan vaksin Pfizer ini hanya dibatasi pada anak-anak remaja usia 18 tahun. Di Amerika Serikat sendiri, suntikan vaksin Pfizer dibatasi untuk anak-anak remaja usia 16 tahun.

Studi tersebut menunjukkan efek samping vaksin Covid-19 pada anak-anak serupa dengan karakter dewasa, seperti nyeri, demam, menggigil dan kelelahan.

Para peneliti mengadukan antibodi pelawan virus corona Covid-19 juga lebih mulia di antara anak-anak remaja daripada orang dewasa. Mereka menyelidiki anak-anak remaja selama 2 tahun untuk mengumpulkan bertambah banyak bukti tentang perlindungan dan keamanan jangka panjang vaksin.

Namun, perusahaan Pfizer berusaha mendapatkan izin pengunaan darurat vaksin buatannya untuk anak-anak remaja usia 12 hingga 15 tahun pada Amerika Serikat.

Baca Juga: Duh! Vaksin Johnson & Johnson Gagal Penyeliaan Kualitas

CEO Pfizer Albert Bourla berharap program vaksinasi bisa menjangkau anak-anak remaja Amerika sebelum dimulainya tahun ajaran berikutnya. Akan tetapi, belum jelas tanggapan FDA terhadap permintaan Pfizer mau lebih cepat atau tidak.