Belajar: Kekurangan Vitamin D Mungkin Bertambah Berisiko Kena Diabetes Tipe 2

Belajar: Kekurangan Vitamin D Mungkin Bertambah Berisiko Kena Diabetes Tipe 2

Perkataan. com – Vitamin D sangat penting untuk menggelar kehidupan yang sehat, termasuk buat menghindari diabetes. Bagaimanapun, penelitian menunjukkan bahwa Anda membutuhkan vitamin D untuk hampir semua fungsi tubuh.

Melansir dari Healthshots , vitamin D dapat membantu meningkatkan stamina, kesehatan tulang, dan kekuatan otot. Studi baru bahkan membuktikan bahwa vitamin D memiliki kegiatan pencegahan diabetes tipe 2.

“Studi telah menjumpai bahwa orang yang memiliki resistensi insulin dan tingkat vitamin D rendah mungkin memiliki risiko lebih tinggi terkena diabetes tipe dua, ” kata Vandana R. Sheth, RDN, CDCES, juru bicara Academy of Nutrition and Dietetics, pada publikasi global.

Mereka yang menderita diabetes mungkin berisiko mengembangkan kadar vitamin D yang lebih rendah dengan disebabkan oleh tidak berfungsinya sel-sel pankreas dengan sebagaimana mestinya. Hal ini yang pada gilirannya hendak memengaruhi produksi.

Mengaji Juga: Studi: Obat Diabetes Bisa Menurunkan Risiko Mair Covid-19

Sebuah uji coba terkontrol yang diterbitkan pada European Journal of Endocrinology menemukan bahwa suplementasi vitamin D selama enam bulan meningkatkan sensitivitas dan produksi insulin di 96 peserta yang berisiko tinggi diabetes tipe 2.

Diabetes tipe 2 (Pixabay/stevepb)
Diabetes tipe 2 (Pixabay/stevepb)

Ulasan lain yang diterbitkan pada jurnal Current Diabetes Reports menunjukkan bahwa mendapatkan cukup vitamin D dapat membantu mengurangi resistensi insulin.

Pada rangka untuk mendapatkan cukup vitamin D, cara terbaiknya memang menggunakan sinar matahari. Namun tak seluruh orang memiliki banyak waktu buat mendapatkan sinar matahari.  

Oleh karena itu, metode lain untuk mendapatkan cukup vitamin D adalah dengan mengonsumsi makanan seperti ikan salmon serta tuna, makanan yang diperkaya bagaikan susu, yoghurt, jus jeruk, sereal, roti, telur, keju, hingga jamur.

Baca Juga: Studi: Diabetes dan Obesitas Meningkatkan Risiko Keparahan Malaria