71316-ilustrasi-pasien-covid-19

Belajar: Covid-19 Jangka Panjang Pengaruhi Paru, Picu Kelelahan serta Sesak

Suara. com kepala Sebuah belajar nasional di Inggris menyidik efek jangka panjang kerusakan paru-paru yang disebabkan sebab Covid-19. Penelitian tersebut dipimpin oleh para peneliti dalam Imperial College London.

Melansir dari Independent , studi UK Interstitial Lung Disease Long-Covid19 (UKILD-Long COVID) tersebut menyelidiki peradangan paru-paru dan jaringan lecet untuk mengembangkan strategi pengobatan dan mencegah kecacatan diantara penderita Covid-19 jangka panjang.

Orang dengan menderita Covid-19 jangka panjang telah melaporkan gejala kebobrokan paru-paru, termasuk sesak bernapas, batuk, kelelahan, dan penguasaan terbatas untuk berolahraga semasa berbulan-bulan setelah mereka terkena penyakit tersebut.

Data dari Office for National Statistics (ONS) menunjukkan lebih dibanding satu juta orang di Inggris menderita gejala Covid-19 jangka panjang.

Baca Juga: Maia Estianty Pasti COVID-19 Kedua Kali, Gejalanya Beda Dengan Pertama

ONS menemukan gejala itu berdampak pada kehidupan sehari-hari 674. 000 orang secara hampir 200. 000 karakter melaporkan kemampuan mereka buat melakukan aktivitas normal sangat terbatas. Menurut UK Research and Innovation (UKRI), urusan Covid-19 yang parah dapat menyebabkan jaringan parut dalam paru-paru, yang menyebabkan kekakuan serta membuat sulit bernapas.

Ilustrasi anak obat menggunakan alat bantu pernapasan. (Shutterstock)

Bukti awal menunjukkan yakni kerusakan paru-paru terjadi dalam sekitar 20 persen pasien Covid-19 yang keluar dari rumah sakit. Namun, pengaruhnya terhadap orang-orang yang mengalami Covid-19 jangka panjang pada masyarakat masih belum jelas.

“Ini adalah penelitian ambisius yang akan membantu anda memahami seberapa umum lalu parah konsekuensi paru-paru jangka panjang dari Covid-19 yang akan membantu  mengembangkan pendekatan pengobatan baru untuk orang yang menderita peradangan paru-paru, ” kata Profesor Gisli Jenkins yang memimpin penelitian tersebut.

“Sesak napas adalah masalah besar bagi banyak penderita Covid-19 jangka panjang, ” imbuhnya.

Lihat Juga: Kampung Ini Sudah 10 Tahun Lock Down, Klaim Bebas Covid-19