44930-ilustrasi-tidur-pexels

Awas, Kebanyakan atau Kurang Terbaring Berbahaya bagi Kesehatan Dalaman

Suara. com – Orang yang kurang tidur atau kebanyakan lebih berisiko alami penyakit dalaman. Dalam hal ini, karakter yang tidur enam tenggat tujuh jam setiap suangi memiliki peluang terendah untuk meninggal akibat serangan dalaman atau stroke bila dibandingkan dengan mereka kurang ataupun lebih dari itu.

Melansir dari Medical Xpress, pengkajian yang dipresentasikan di American College of Cardiology’s 70th Annual Scientific Session mengeksplorasi hubungan antara risiko kardiovaskular dasar dan durasi tidur. Studi ini menambah fakta bahwa tidur dapat memutar peran yang menentukan di risiko penyakit jantung seseorang.

“Tidur kala diabaikan sebagai sesuatu dengan mungkin berperan dalam penyakit kardiovaskular dan itu jadi salah satu cara dengan paling hemat biaya untuk menurunkan risiko kardiovaskular, ” kata Kartik Gupta, MD, Divisi Penyakit Dalam, Sendi Sakit Henry Ford pada Detroit dan penulis sempurna studi ini.

“Berdasarkan bukti kami, tidur enam maka tujuh jam semalam dikaitkan dengan kesehatan jantung yang lebih baik, ” imbuhnya.

Menyuarakan Juga: Lambung Buncit Tanda Risiko Dalaman dan Berita Kesehatan Beken Lainnya

Untuk uraian tersebut, Gupta dan timnya memasukkan data dari 14. 079 peserta pada Inspeksi Pemeriksaan Kesehatan dan Gizi Nasional 2005-2010. Peserta diikuti selama rata-rata 7, 5 tahun untuk menentukan apakah mereka meninggal karena serbuan jantung, gagal jantung, atau stroke.

Ilustrasi tidur nyenyak (Pixabay/xiangying_xu)

“Peserta dengan tidur kurang dari enam jam atau lebih dari tujuh jam memiliki jalan kematian yang lebih tinggi akibat penyakit jantung. Namun, skor risiko ASCVD (penyakit kardiovaskular aterosklerotik) sama pada mereka yang tidur enam hingga tujuh jam dipadankan lebih dari tujuh tanda, ” kata Gupta.

Tatkala tingkat protein C-reaktif (CRP), penanda inflamasi utama yang diketahui terkait dengan aib jantung juga lebih tinggi pada peserta dengan periode tidur yang lebih periode atau lebih pendek lantaran 6 atau 7 jam.

“Peserta dengan tidur kurang atau bertambah dari enam sampai tujuh jam memiliki skor risiko ASCVD yang lebih mulia, yang kemungkinan didorong oleh peradangan yang meningkat, ” ujar Gupta menambahkan.  

Baca Juga: Gelung Pinggang Bisa Jadi Prediktor Penyakit Jantung hingga Diabetes